Wednesday, September 16, 2015

roaming

teringat ini. tertanggal 17 Januari 2014.

Lagi. lagi. lagi. hahaha, nggak bosen-bosen ya. nggak capek apa?

sampai kapan mau membiarkan mata menutup seenaknya? badan merebah seenaknya? terbuai mimpi seenaknya? dan semua hal yang bahkan sudah direncanakan serapi mungkin tiba-tiba terbengkalai seenaknya?

sampai kapan mau bangun dengan gusar tiap pagi buta, menyadari jarum jam sudah berputar lebih banyak dari yang seharusnya. mengerjakan semua seadanya. secepatnya. tanpa pikir. tanpa hati. 

sampai kapan mau nggak berdaya melawan diri sendiri?

perlu berapa ratus countdown di homescreen sih. perlu disadarkan berapa kali sih. perlu ditampar berapa kali sih.


untuk diri yang saat ini yang (masih juga) roaming. udah H+berapa dari semua countdown yang ada di homescreen itu. kenapa masih sulit menempatkan semua seperti semula. mengisi to do list seperti biasa. monefy yang udah berapa hari terlantarkan. hal-hal yang tumpang tindih ini itu nggak beraturan di otak. dan yang tiba-tiba melesak masuk menggeser semua prioritas yang lain; tanpa sempat kamu tahu segenting apa hal itu untuk bisa didahulukan dibanding yang lain. atau berkutat di hal yang sama untuk waktu yang relatif lama, sampai capek liatnya, yang harusnya bisa diselesaikan lebih cepat, tapi entah kenapa selalu tertunda. atau rencana-rencana malam hari yang (lagi-lagi) seringkali tergagalkan cuma karena ketiduran. 

setahun lebih sudah berlalu ya, dan bahkan kata-kata itu masih juga bisa kena ke kamu.

tapi di balik itu, memang banyak lingkungan baru menyenangkan yang didapat di sini. setiap hari pagi-malem ketemu mereka yang nantinya bakal tetep ketemu terus sampe tiga tahun ke depan. yang masih ada juga yang gak bisa dibedain karena botak dan aneh semua, haha. senasib sepenanggungan pusing tiba-tiba semua matkul dibagi kelompok dan beda-beda. deadline merepet. hari rabu berlelah-lelah pagi leuwikopo belok kanan sore leuwikopo belok kiri.

roaming jangan lama-lama. adaptasi harusnya lebih cepat dari ini. tapi selamat menikmati prosesnya dan ambil setiap hal baru positif dari sana:)

Hidup Tidak Semudah Harvest Moon

assalamualaikum

dulu entah udah lama sekali pernah posting tentang harvest moon disini. jadi ceritanya semester ini TMB51 dapat mata kuliah Dasar-Dasar Agronomi (Dasgron) sebagai interdept wajib. dapetnya hari rabu, hari paling sesuatu karena di hari itu harus ke Leuwikopo dua kali, pagi dan sore buat dasgron dan perbengkelan.

oke singkat cerita minggu lalu dijelasin tentang prosedur menanam. dibagi kelompok. pas dijelasin, berasa harvest moon. haha. dan segala ke harvest moon an itu berasa banget ketika barusan pas nanam. lahannya engga begitu luas sebenernya, kecil malah untuk ukuran dikerjakan oleh 9 orang sekaligus. sekelompok sama anak TMB, AGH dan ARL. pas dateng tanahnya kok kering pisan.. jadi dicangkul dulu. 

sebenernya kerasa harvest moon bangetnya pas harus nugal, masukin bibit, plus bikin jalur pupuk sih. semacam di harvest moon tuh tinggal ambil-lempar rumput-rumput liar (sementara tadi sempet liat cowo-cowo dari kelompok lain gotong gulma yang banyaknya kayak apa tau), nyangkul petak 3x3, berdiri di tengah, terus CRING tebar bibitnya. hahah. belom lagi kalau cangkulnya udah diupgrade pake silver, gold atau mystrile. tinggal pencet X agak lama terus langsung kecangkul berapa petak ke depan. ada batu tinggal dipalu. beda sama perjuangan para cowo tadi yang nyangkulin satu-satu, nemu batu meuni banyak, tanah kering harus disiram dulu..

pas bagian nyiram juga. cuma ada alat penyiram atau ember. kalo harvest moon kan tinggal upgrade penyiramnya, pencet X lama, terus nanti kesiram beberapa petak di depannya. wahaha. apalagi kalo udah upgrade ke sprinkler. sebenernya di sini juga ada sih sprinkler cuma pas bagian lahan yang ditanemin sprinklernya rusak.... terus harus bolak-balik ngisi air kalo penyiramnya abis. di harvest moon sempet ngeluh tuh harus bolak-balik ke kolam deket pohon. sekarang ngerasain bolak-balik beneran panas-panas ya sesuatu juga.

terus nanti kan tumbuhnya jagung. kalo di harvest moon, jagung tumbuhnya emang agak lama tapi bisa dipanen beberapa kali. terus barutau ternyata kalo di dunia nyata gak gitu...... :"") ah dikira semua yang bisa berkali-kali macem sweet potato, tomat, strawberry, potato, dll bisa juga di dunia nyata. tapi jadi tau juga kan musim-musim bisa nanem taneman (spring, summer, atau fall). terus kan di harvest moon juga bisa manggil kurcaci haha tinggal kasih flour aja 4 hari sekali. da disini mah apa atuh harus piket ke Leuwikopo. kami ber sembilan kurcacinya ganti-gantian.

ya semoga aja badai tiba-tiba yang bisa mindahin batu besar ke tengah lahan kayak harvest moon itu gak terjadi juga di dunia nyata. amiin.

lucu lah pokoknya. terus gak kebayang petani yang ngurusin berhektar-hektar secara tradisional itu kerjanya capek amat....tadi keroyokan aja lelah. huah. semangat bapak petani. 

jadi pen main harvest moon lagi masa. hidup memang tidak semudah harvest moon bung.