Tuesday, January 17, 2012

stop.


oh, well, salahkan otak saya yang buntu nggak tau mau nulis apa sehingga baru membuat post pertama di tahun 2012 pada tanggal satu lewat 18 hari di bulan Januari.

....

sekarang begadang lagi. karena mati lampu sampai jam 12 yang bikin nggak produktif sama sekali. dan... memang ada tugas. 

nggak. bukan tugas sekolah. seneng ngerjain tugas yang ini :) oprek oprek gugel cari brush, font, coba warna ini itu, tumpuk-tumpuk, puter, resize...

kebiasaan lama yang harus dibiasakan kembali. seru, kalo ada inspirasi. kalo lagi nggak kreatif, pasti guling guling sana sini nggak nemu ide. ya, tapi gimana. waktu datangnya inspirasi dan aktifnya kekreativitasan nggak berpengaruh sama tanggal deadline. jadi -yah..

PC rumah akhirnya bisa dipakai! akhirnya, layar besar lagi..... PC yang udah ada dari tahun 2004 (walaupun sekarang monitor dan isi CPU nya diganti). bulan lalu PC ini masih windows XP.... 

akhirnya bisa main photoshop tanpa ganggu-ganggu ibu lagi buat pinjem laptopnya :p

photoshop itu...keren banget. yang dari 2 tahun lalu kenal photoshop ini pun masih suka norak sendiri kalo nemu fungsi-fungsi yang tadinya belum tahu. harusnya sih masih banyak yang bisa dicari. fungsi action tuh. kalo udah bisa pake, pasti sangat menolong dan membantu.

hng... apa ya.

banyak yang terjadi 18 hari ini. semua eskul mendadak sibuk. nggak ngerti lagi itu liburan apa gimana kemaren hampir tiap hari ke sekolah mulu. dapet tugas. dihadapkan dengan deadline. sibuk danu ini itu (masih belum bisa ngedanu yang bener. gimana sih -_- ). ya, tapi (katanya) smansa akan lebih 'hidup' lagi mulai bulan februari. takut. tapi penasaran. semoga menyenangkan.

......18 januari.
7 hari lagi. ah. masih ngerasa sangat kopong dengan hal yang itu. harus belajar lebih banyak. terkadang minder sama mereka yang pengetahuannya luas banget, yang tahu segala rumus.. bener-bener awam dalam bidang yang ini. tapi mau. tapi ingin tahu. 

bersaing, ya..

akhir-akhir ini dipenuhi pikiran aneh. yang bukan hal untuk dipikirkan, harusnya. yang sebenernya --urusan apa sih? it wont change anything afterall. ya, lumayan mengalihkan banyak konsentrasi.

dan kemudian dihadapkan dengan dinding yang sangat tinggi itu lagi. yang nggak mungkin dilewati. cuma bisa senyum sampe sini. jalannya kepotong. dan, uh, saya bahkan ragu selama ini saya itu jalan beneran atau sebenernya hanya diam di satu titik yang sangat jauh, membiarkan khayalan, pikiran dan ekspektasi yang berjalan.

ya, artinya saya nggak gerak sebenernya. cuma diam di titik itu. membiarkan imajinasi kasat mata yang melangkahkan kaki ke sana.

orang beneran aja nggak bisa lewatin dinding itu. 

oh, mungkin imajinasi bisa nembus dinding. bisa kok. bayangin aja dia seperti makhluk tak kasat mata lainnya. 

tapi dia nggak tahu apa yang ada di balik dinding sana. saya juga nggak tahu. dan sepertinya nggak perlu tahu.

jadi lebih baik berhenti. sebelum tersesat lebih jauh. terkecoh lebih jauh.