Wednesday, August 31, 2011

THR dan Randomness


selamat hari raya, semuanya :)

udah makan ketupat? THR? mudik? maaf-maafan? baju baru?
tapi jangan lupa THR yang satu lagi ya. yang di buku itu loh, yang dikumpulin pas masuk.

*digebuk*

uhm, well, lebaran hari ini kurang lebih sama seperti lebaran tahun lalu. persis, mungkin? sholat di IPB, makan ketupat di Al-Iffah. tapi sampai sekarang entah kenapa belum ada THR ya..... mungkin bener kata teh Tika. sudah saatnya dewasa. #salah

untuk THR yang satu lagi, as far as I know, yang belum tinggal tugas-tugas berkelompok dan sosiologi doang. yay!

Agama ; ngartiin ayat. DONE
Sosiologi ; buat silsilah keluarga, presentasi berkelompok Khayalan Sosial. 50%
B. Ingrris ; folktale. DONE
Matematika ; exercise 8 - 13 + comprehension test, halaman 24 - 46. DONE
Sejarah ; 10 pengertian sejarah menurut para ahli. DONE
Biologi ; Presentasi. 

menurut saya, PR segini udah banyak kok. banyaaakkkk. semoga aja nggak ada yang kelupaan.

knowing that you've done almost (erm, at least 50%) your homework(s) makes your holiday better <:D


ah, happy birthday juga buat temen ngegaje bertahun-tahun, Anisha Callista Nathania! met milad ya kawan, tetap menggaje dan menggambar. maaf nggak bisa ngucapin langsung, kamu juga pasti lagi kumpul sama keluarga kan. wish you all the best ya, baik baik di SMA 8 :)


me and sasha, at buka bersama anak anime dan kpopers (?) @ rumah sasha, 25 agustus 2011
kangen kalian ;___;

#random 1 : twitter hari ini aneh. mention gamasuk, ngetweet nggak nyampe, TL gak jalan.... hope it'll fixed soon.

#random 2 : tweet paling tengil hari ini ;



baca dari atas ke bawah. jdkfhsakfhdasd
entah mau nyalahin siapa. nggak tega nyalahin HP, dia udah baik hati mau nyambung koneksinya walau agak-agak ngehe jadi ada dopost triple post gitu. yaudahlah....
but its funny anyway =)) kurang kerjaan emang, pasti dikomentarin kalo udah double post kayak gitu. orang aneh.

#random 3 ; this. di depan 30.000 audience. my..... seneng nggak sih. final performance pula. proud to be prims!! minhwan, main drum nya yang keren ya :)

#random 4 ; .....ngantuk. mau mulai rutin sholat tahajjud lagi mulai sekarang. coba pasang alarm gonjang ganjing (re : Real - SHINee) lagi deh. semoga kebangun dan nggak otomatis tanpa sadar pencet tombol turn off....

jaljayo :)

hai, kawan.
coba kita intip sedikit buku hidupmu.
ah, penuh ya?
tarik napas panjang, dan coba balik halaman itu.
bersih, ya?
selamat hari kemenangan, kawan.
mohon maaf bila ada salah.
ambil pulpen ajaibmu dan mulailah menulis bismillah di bagian atas lembaran baru hidupmu.
selamat memulai kembali!
rabu, 31 agustus 2011

Tuesday, August 30, 2011





kita mulai dari awal lagi, ya :)

Monday, August 29, 2011


"Kenapa harus ada orang yang terlalu baik ke semua orang."
ya, emang bukan hal yang negatif, tapi.....

[Art] Perahu Kertas





well, just a random art after reading Perahu Kertas. such a great story :)


Kugy, Keenan (c) Perahu Kertas
art (c) me
290811


--open image in new tab for a full picture

Sunday, August 28, 2011

[Fanfic] Because



BECAUSE


Rating : Teen and Up Audiences (T)

Fandom : K-Pop, Super Junior

Characters : Park Jungsoo (Leeteuk), Kim Heechul, Cho Kyuhyun

Genre : Family, Hurt/Comfort, Angst

Tags : Canon, Oneshot

Summary :

"Karena aku sayang kalian. Aku sayang Super Junior."

Tribute for every tears they dropped on the last performance with Kim Heechul. Sarangheyo, Kim Heechul. Gidarilge Kim Heechul.

.
.


Riuh penonton terdengar sangat antusias menyambut kemenangan –entah yang keberapa kalinya untuk Super Junior dengan hits terbarunya, Mr. Simple. Keempat MC sudah berdiri di tengah panggung untuk menutup acara, sementara lagu Mr. Simple kembali diputar. Confetti turun dari langit-langit panggung, sementara para idol bercanda gurau di bawahnya. 

“Sarangheyo Kim Heechul! Gidarilge Kim Heechul!” 

Sang leader berusaha sebisa mungkin mengatur emosinya. Dada pemuda itu naik turun, sementara angelic smile masih setia ia sunggingkan untuk setiap orang yang dipeluknya. Kedua manik itu berkaca. Tak terbawa dengan hiruk pikuk kemenangan yang masih mewarnai atmosfer Inkigayo, ia diam-diam melangkahkan kakinya menjauhi kerumunan dan melangkah secepat mungkin ke balik panggung. 

Beberapa staff yang mengucapkan selamat hanya dianggap angin lalu. Ia butuh sendiri. Berusaha sebisa mungkin menunduk –menyembunyikan wajahnya yang basah oleh air mata. Pertahanan itu akhirnya rubuh. Bulir-bulir yang sejak tadi ia tahan akhirnya luruh –membasahi pipinya. Dengan cepat Leeteuk menghapus air mata yang mengalir di sana. Ia menarik napas panjang. 

Ia tak boleh terlihat lebih lemah dari sekarang. Setidaknya tidak di hadapan para dongsaengnya. 

Kedua manik obsidian itu bergerak dengan cepat ke segala arah –seiring dengan langkah kaki sang pemilik. Beberapa bahu ia tubruk –namun Leeteuk tak peduli. Kenangan-kenangan itu tak berhenti menghantam pikirannya, menyudutkan hatinya. Membuat kelenjar air matanya memproduksi lebih banyak bulir-bulir kesedihan yang hampir tak tertampung lagi di sana. 

Sebuah ruangan kosong yang setengah terbuka berhasil ditangkap oleh indera pengelihatannya. Tanpa basa-basi, Leeteuk menghambur memasukinya. Dengan cepat menutup pintu sebelum dilihat oleh orang lain. Napasnya memburu. 

Dan butir-butir air mata itu tak terbendung lagi. Kedua kaki pemuda itu tak kuasa berdiri. Leeteuk limbung. Dengan terhuyung, pemuda itu melangkahkan kakinya menuju meja dan mendudukkan diri di kursi. 

Ia paling benci saat emosinya muncul di saat yang tidak tepat. 

Park Jungsoo tergugu. Ia menenggelamkan wajahnya ke dalam lipatan tangannya –membiarkan air mata itu membasahi kain baju di lengannya. Ia tak tahu sudah seberapa hancur mukanya saat itu. Dengan jejak-jejak air mata di pipinya yang ia hapus secara kasar –ah, ia sudah bisa membayangkan wajah kecewa milik penata riasnya ketika melihat hal ini. Itu berarti dia harus kerja dua kali, kan? 

Tak apa. Kali ini, setidaknya ia sendirian. 

Kenangan-kenangan itu berputar dengan cepat di otaknya. Berbagai flashback yang muncul seperti sebuah film yang diputar ulang seakan mengelupas kulit hatinya sedikit demi sedikit. 

Ya, Kim Heechul, tak akan kumaafkan kau. 

Entah ia harus menyalahkan siapa. Atau memang sebenarnya tidak ada yang perlu disalahkan? Perpisahan itu pasti ada –dan ia tahu pertemuan kembali pun telah berbaris, menunggu di belakangnya. Seharusnya ia malah bangga, kan? Heechul akan menjadi benar-benar dewasa sebentar lagi. Ia akan memenuhi kewajibannya sebagai laki-laki warga negara Korea Selatan. Mengabdikan dirinya pada negara. 

Tapi air mata tak bisa berbohong. Kekosongan itu tetap menghantui. Mengingat bahwa ini adalah stage terakhir mereka bersama si Cinderella mau tak mau memang membuatnya takut. Sudah saatnya, ya? Melepaskan orang yang disayang tentu bukan sesuatu yang mudah –walaupun dalam konteks melepaskan karena suatu kewajiban. 

Leeteuk bertanya-tanya apakah dongsaeng tertuanya yang satu itu merasakan hal yang sama. 

Ia bisa melihat kesedihan mewarnai atmosfer panggung Super Junior saat tampil. Ya, memang tidak ditunjukkan. Tapi ia tahu. Leeteuk tahu. Seorang leader selalu bisa merasakan suka duka anak-anaknya, kapanpun itu. Manik mata yang berkaca-kaca, butir air mata yang dihapus diam-diam.. 

Kadangkala diam bisa mewakili semua kata yang tidak terungkapkan. 

Ah, ia rindu Kanginnie. Kibummie, Hankyung.. 

Sebuah senyum tersungging di wajah sang Leader. Ya, sedang apa kalian di sana? Rindu kami? 

Leeteuk bisa merasakan wajahnya memanas. Memikirkan ketiga dongsaengnya itu memang selalu membuatnya sedih. Dan Leetuk salah untuk memunculkan wajah ketiga orang itu saat dirinya dirundung kesedihan atas peristiwa yang serupa. 

Sebutir air mata jatuh lagi. 

Heechullie, kau juga... 

Namun spontan sang leader menggelengkan kepalanya. Ia menghapus lelehan air mata yang bergulir membasahi pipinya. Tidak. Heechul tak akan meninggalkan mereka. Ia hanya akan bertamasya selama dua tahun dan akan kembali membawa kabar gembira pada ke 9 orang yang tak sabar menunggunya pulang. 

Kan? 

Dalam diam, Leeteuk mencoba meyakinkan dirinya sendiri. Tak apa. Heechul tak akan berbuat aneh-aneh di sana. Ia bisa menjaga diri. Tak akan ada apapun yang terjadi. Dan dua tahun dari sekarang, semua orang bisa memeluknya kembali. Dua tahun itu nggak lama, kok. 

Leeteuk merasa dirinya mulai benar-benar menjadi umma dalam keluarga kecil miliknya. 

Kecil? Ah, besar sebenarnya. ELF dari seluruh dunia tak akan bisa ditampung hanya dalam sebuah rumah. Ia butuh beberapa buah lapangan terbang untuk bisa berkumpul dengan keluarga besarnya yang tersebar di segala penjuru dunia. 

Sang leader berusaha untuk mengendalikan emosinya. Menenangkan pikiran, mengenyahkan segala kenangan-kenangan dan kesedihan yang sedari tadi menyebabkan air matanya mengalir tak berhenti. Oh, ayolah, its not a big deal anyway. Kim Heechul will always be a part of Super Junior, wherever he is. 

Keheningan terpecah ketika terdengar pintu terbuka. Leeteuk memicingkan mata dan menemukan sesosok pemuda sedang berdiri di ambang pintu. Menerima anggukan dari sang leader, sosok itu kemudian melangkahkan kakinya ke dalam ruangan dan menutup pintu. Berjalan dalam diam dan mendudukkan diri di pojok ruangan. 

“Hai, hyung. Yang lain mencarimu.” 

Leeteuk mengangkat kepalanya dan menyenderkan punggungnya ke sandaran kursi. Ia menghela napas panjang dan melempar pandangannya ke langit-langit. “Biarkan, aku mau sendiri dulu. Ah ya, maaf kau melihatku menangis.” 

Sang pemuda menarik kakinya. Ia memeluk kedua lututnya sambil menggelengkan kepala. “Gwaenchana.” 

Lalu tak ada yang buka suara. Keheningan mewarnai atmosfer ruangan itu. Keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing. Leeteuk memandang kosong pada langit-langit ruangan. Napasnya sudah mulai normal kembali –walaupun kaca bening masih melapisi kornea matanya. Di sebelahnya, pemuda yang satu lagi mengarahkan pandangannya menerawang ke depan. Ia kemudian menundukkan kepala dan mengacak rambutnya. 

“Ah, sial. Suaraku jadi pecah tadi gara-gara Heechul hyung.” 

Leeteuk melirik sekilas. Senyum kecil tersungging di wajahnya. “Ya, dia memang hebat bisa membuat seorang Cho Kyuhyun menangis di atas panggung.” 

“Hyung!” 

“Ah, menangis sampai sekarang maksudnya.” 

Sang maknae menendang kaki kursi hyungnya dengan tidak suka. Ia melirik sebal pada Leeteuk yang tertawa kecil di depannya. Kesempatan menjahili Kyuhyun memang sebuah momen yang langka. Masih tersenyum, Leeteuk mengacak rambut cokelat dongsaengnya itu dan mendudukkan diri di sebelahnya. 

“Nah, sekarang katakan, sejak kapan kau bisa menangis karena hyungmu, hm?” 

Kyuhyun menundukkan wajahnya. Kalau ditanya begitu, ia sendiri pun tak tahu jawabannya. Semua terjadi begitu cepat –ia tak tahu kenapa air mata bisa meleleh begitu saja dari matanya ketika menyanyi tadi. Ya, Kyuhyun memang bukan orang yang expert masalah seperti ini. Tidak peka merupakan salah satu ciri khas yang tak bisa hilang dari dirinya. 

“Nggak tahu. Aku juga tidak mengerti, hyung.” 

Tapi satu hal yang Kyuhyun tahu pasti –ia menangis karena Kim Heechul. 

Leeteuk memandang wajah kusut dongsaeng di sebelahnya. Kyuhyun hanya tidak mengerti. Hanya tidak menyadari bahwa menangis karena orang yang ia sayangi adalah suatu hal yang wajar. Kedua manik sang leader menatap teduh pada pemuda di sebelahnya. Ia lalu mengalihkan pandangan ke depan dan menyenderkan kepalanya ke tembok. 

“Hyung sendiri, kenapa?” 

Sang leader tersenyum mendengar pertanyaan sederhana yang Kyuhyun lontarkan balik. 

“Karena aku sayang Heechul. Aku sayang Super Junior.” 

Mendengar jawaban pemuda di sebelahnya, Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya –tak puas. “Nggak ada yang lebih spesifik?” 

Namun pertanyaan itu disambut gelengan kepala dari sang leader. “Nggak. Dua kalimat itu sudah mewakili segalanya, kok.” 

Kyuhyun tak berminat untuk bertanya lebih jauh. Ia mengalihkan kedua manik obsidiannya dari wajah hyungnya dan menunduk –menatap ujung sepatunya. Pemuda itu memeluk kedua lututnya dan meletakkan dagu di atasnya. Sederhana, ya. Tidak butuh sebuah alasan kompleks untuk menjelaskan kenapa seseorang meneteskan air mata karena sesuatu. Karena sayang. Satu kata yang sudah menjelaskan semuanya. 

“Tapi hyung, lain kali kalau nangis kontrol muka ya. Atau balik badan gitu. Aku yakin pasti wajah Teuki hyung jelek banget nanti kalau tayang di TV.” 

Twich. 

Leeteuk meninju bahu dongsaeng di sebelahnya main-main. Kurang ajar memang. Kyuhyun selalu mengucapkan apa yang terlintas di otaknya tanpa disaring terlebih dahulu. Leeteuk menggelengkan kepalanya maklum melihat cengiran kecil menghiasi wajah sang maknae. 

Kyuhyun menghela napas panjang –masih dengan cengiran khas tersungging di wajahnya. Ia menyelonjorkan kakinya dan menyenderkan kepalanya ke tembok. 

“Yesung hyung harus lebih hati-hati memperhatikan dua makhluk peliharaannya. Heebum nanti bebas berkeliaran. Ah, siapa yang nanti mau mengurusi kucing itu? Aku sih nggak mau,” 

“Ya, siapa juga yang rela menitipkan hewan kesayangannya padamu.” 

Dua pasang mata serentak menoleh ke arah pintu. Heechul berdiri di sana –sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Terkejut, Leeteuk spontan menghapus jejak air mata yang masih tersisa di pipinya dan melambaikan tangan sambil menyunggingkan senyum terbaiknya. 

Heechul menutup pintu di belakangnya dan menghampiri dua pemuda yang duduk berdampingan di sisi ruangan. Namja itu kemudian menarik kursi dan meletakkannya dengan senderan di depan –duduk menghadap keduanya dan menumpukan dagu. 

“Ngapain kalian di sini?” 

“Biasa, sesi curhat. Kyuhyun sedang ada masalah dan ia ingin mendiskusi –Auch!” 

“Nggak kok, bukan! Tadi aku mencari Teuki hyung, lalu menemukannya di sini. Terus aku ikut duduk sama dia. Nggak ada sesi curhat apa-apa kok. Jangan percaya.” 

Leeteuk mengusap-usap tulang keringnya yang menjadi sasaran tendangan namja di sebelahnya –mengabaikan death glare yang disunggingkan oleh sang maknae. Sejak kapan Kyuhyun jadi tsundere begitu? Heechul hanya mendengus kecil melihat kelakuan dua member di hadapannya. Memandangi Kyuhyun yang masih menatap dengan pandangan tak suka dan sikap aku-tak-melihat-apapun dari Leeteuk. 

Ia pasti akan merindukan saat-saat seperti ini nanti. 

“Ya, jawab yang benar. Kalian sedang apa?” 

Leeteuk mengambil napas panjang dan tersenyum kecil. 

“Hanya tak mau menunjukkan air mata di depan kalian.” 

“Dan aku menemani Teuki hyung.” 

“Kemudian Kyuhyun menangis juga.” 

“Ya, Hyung!” 

Satu lagi tendangan dilayangkan –dan tulang kering sang leader lagi-lagi menjadi korban. Kyuhyun menyepak kaki namja di sebelahnya dengan sadis –sebelum kemudian memasang tampang watados menyebalkan yang tak tahu apa-apa. Leeteuk menggerutu di sebelahnya. 

“Sialan kau, Kyuhyun. Tak sopan. Awas kau sekali lagi tendang-tendang.” 

Kyuhyun hanya memamerkan evil smirk khasnya. Salah sendiri hyung ngomong yang nggak-nggak, batinnya. 

Heechul lagi-lagi mendengus menahan tawa melihat pertengkaran kecil di hadapannya. Entah, tapi Leeteuk terlihat lebih berbeda dari biasanya. Namja itu masih bisa melihat lapisan bening di kornea matanya. Senyumnya pun terlihat dipaksakan. 

Mianhae, hyung. 

“Aku pasti akan pulang kok. Tak usah takut kangen gitu dong.” 

Heechul nyengir. Sang maknae mencibir tak rela sementara Leeteuk hanya tersenyum menanggapi celotehan dongsaengnya yang satu itu. 

“Dih, ge er. Pergi saja sana jauh-jauh.” 

Dan sebuah jitakan ‘sayang’ menghampiri ujung kepala Kyuhyun beberapa detik kemudian. 

“Ya, awas kau, maknae sialan.” 

Kyuhyun mengusap kepalanya dengan tatapan tidak suka. Ia bisa merasakan benjolan kecil di sana. Heechul kalau menyiksa suka tak kira-kira. 

Heechul mengalihkan tatapannya ke arah sang leader. Namja yang diam-diam ia hormati. Ia akui sebagai kakak yang baik pada seluruh dongseng-dongsaengnya. Ya, tentu ia tak akan bilang. Seorang Kim Heechul bukan orang yang bisa menunjukkan rasa empati secara blak-blakan begitu. Pengakuan dalam hati sudah bisa dibilang cukup baginya. 

“Hyung, jaga orang ini selama aku pergi ya. Pokoknya kalau aku kembali, Kyuhyun harus telah menjadi maknae yang manis dan menurut pada semua hyungnya.” 

Kyuhyun memutar kedua bola matanya. Che, apa katanya? Seenaknya saja mau mengatur orang. 

Sementara itu Leeteuk hanya mengangguk paham. Ia menyunggingkan angelic smile terbaiknya dan menepuk pundak namja di sebelahnya dengan sayang. 

“Percayakan padaku. Kau jaga diri ya di sana.” 

Obsidian Heechul bergerak-gerak gelisah –tak tahu apa yang akan dilakukan. Ia bisa melihat lapisan bening dalam kedua mata hyungnya bertambah jelas. Heechul bisa merasakan getaran yang mengalir dalam telapak tangan Leeteuk yang masih mengusap bahunya pelan. Namja itu membuang muka. Sial. Ia paling tak suka saat-saat emosional begini. 

“Di sana jangan mencari musuh baru ya hyung. Cukup aku yang menjadi lawan seimbangmu di dunia.” 

Heechul mendengus kecil. Berusaha menanggapi omongan Kyuhyun untuk mencairkan suasana. Tapi ia tak bisa. Namja itu bisa merasakan wajahnya memanas. Pandangannya mengabur –lapisan bening itu mulai melapisi kornea mata miliknya. 

Heechul paling benci menangis. 

Leeteuk mengalihkan pandangannya ke arah lain dan menundukkan kepala. Tekanan itu datang lagi. Lalu apa gunanya tadi ia menenangkan diri –membuang waktu hampir setengah jam hanya untuk mengatur kembali emosi yang tadi sempat berantakan? Sang leader merasakan matanya mulai memanas. Ia mengeratkan genggaman tangannya pada bahu namja di depannya. 

“Kami akan merindukanmu, hyung.” 

Satu kalimat sederhana dari sang maknae yang merubuhkan pertahanan dua namja lainnya di ruangan itu. Leeteuk menyeka air mata yang akhirnya tumpah dengan punggung tangan, sementara Heechul mendongakkan kepala menatap langit-langit –dengan air mata yang mengalir di pipinya. 

Ya, kesedihan itu pasti ada. Bagaimanapun ia dicegah, bagaimanapun ia diabaikan. Super Junior adalah sebuah keluarga. Puzzle. Perpisahan adalah saat dimana mereka harus merelakan satu kepingan itu pergi –untuk kemudian kembali dengan membawa sebuah warna baru dalam hidup mereka. 

Super Junior telah kehilangan tiga kepingan puzzle. Satu yang tak mungkin kembali, yang lain yang menunggu untuk ditemukan, dan satu lagi yang masih mendekam di tempat yang jauh –menunggu untuk kembali. 

Heechul menyeka air matanya. Ia bangun dari duduknya dan berjongkok tepat di hadapan sang leader yang masih juga menundukkan kepala. Ditangkupkannya kedua tangan ke kedua pipi namja di hadapannya dan dengan perlahan diangkatnya wajah itu. 

“Hyung, tatap aku.” 

Manik obsidian itu masih bergerak gelisah. Tak membalas arah pandang Heechul yang sudah lurus menghunjam ke dalam kedua bola mata itu. Satu bulir air mata jatuh lagi –yang langsung diusap dengan perlahan oleh Sang Cinderella dengan jempol tangan kanannya. 

“Park Jungsoo. Tatap aku.” 

Heechul bisa melihat keraguan yang terpancar saat kedua obsidian di hadapannya akhirnya balas memandang ke dalam matanya. Ketakutan dan kegelisahan itu masih membayang dalam diri Leeteuk. Terpantul dalam kedua manik bola matanya. 

“Dengar. Dimanapun, kapanpun, bagaimanapun, posisi Super Junior akan selalu menjadi yang pertama di hidupku. Sampai kapanpun. Jangan khawatir, arra?” 

Leeteuk mengeraskan genggaman tangannya pada Kyuhyun dan mengangguk perlahan –sementara sang maknae berusaha sebisa mungkin memandang ke arah lain. Kedua bahunya juga bergetar. Ia menggigit bibir bawahnya gelisah. Mata obsidiannya tertutup oleh helaian rambut cokelat miliknya –namun perlahan butir-butir itu kembali terlihat jatuh membasahi pipinya. 

Sebuah senyum tulus menghiasi wajah sang Cinderella. 

“Karena aku sayang kalian. Aku sayang Super Junior.” 

Luapan perasaan itu tersampaikan sudah. Lagi-lagi oleh dua kalimat sederhana. Ya, memang tak butuh banyak kata untuk mengungkapkan sebuah kasih sayang. Sebuah kesederhanaan yang diiringi oleh kejujuran dan ketulusan mampu merefleksikan semuanya. 

“Jaga diri ya di sana. Kita akan ketemu dua tahun lagi. Di atas panggung yang sama, menyanyikan lagu yang sama.” 

Masa depan adalah suatu yang absurd. Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi setahun, dua tahun –atau mungkin sepuluh tahun ke depan. Tidak menutup kemungkinan suatu saat kita akan bisa melihat ke tiga belas orang itu berdiri kembali, bersama dalam satu panggung. Tersenyum dan bersenda gurau seperti tak ada yang pernah terjadi. 

Tersenyumlah, dan berharap yang terbaik untuk mereka. 



we are thirteen stars 
super junior is only missing the ‘man’ from the name of ‘superman’ 
even if the road we walk is barren, 
we are in the end, super junior 

THE LAST MAN STANDING 

------------------------------------


fic yang spontan dibuat setelah melihat video Today's Winner at Inkigayo. Leeteuk terlihat sedih banget.. Dan nggak cuma dia doang yang nangis. bahkan seorang Cho Kyuhyun pun menghapus air matanya pas perform Mr. Simple.


Ya, banyak yang sayang Heechul. semua sayang Heechul. jaga diri ya di sana...

Friday, August 26, 2011

[Movie-or Anime?--Review] No. 6



kayaknya orang-orang di sekitar saya heboh ya ngomongin anime yang satu ini. baru sih, emang. tapi kok kayaknya mendunia banget. nggak anak anime, temennya anak anime, teteh sketsa, artist dewa di dA, semuanya kenal No. 6.

Dan, oke, saya penasaran.

jadi kemarin pas buka bareng di rumah Shaa saya minta anime ini dari Debche. baru 7 episode, jadi nggak terlalu males lah buat nontonnya *lirik anime-anime berbelas dan berpuluh episode yang belum disetel* *nyengir*

jalan ceritanya menarik banget. agak berbau Science gitu. bercerita tentang sebuah kota di masa depan yang sangat sempurna. perfect.

tapi karena kesempurnaannya itu lah, pasti ada sesuatu di baliknya yang disembunyikan.

dan kemudian mewabah penyakit aneh ;


dan jalan cerita intinya adalah gimana mereka ; Shion, Nezumi, mengungkap apa sebenernya yang ada di balik kota sempurna itu. No. 6. menyelidiki keterkaitannya dengan rwabah penyakit aneh. apakah penyakit itu sengaja dibuat untuk membasmi sesuatu? kenapa kota sempuna itu menutup-nutupi adanya penyakit ini? nggak ada satupun berita yang tersebar ketika pertama kali ditemukan mayat yang mati dalam kondisi membusuk total --padahal mayat itu harusnya baru 30 tahunan.

buat apa penyakit itu ada --atau dibuat? siapa yang membuatnya? kenapa? bagaimana?

ehm. oke. berhubung anime ini baru sampai episode 7, jadi saya nggak bisa menemukan jawaban atas satupun pertanyaan di atas -_- ep 7 itu baru tahap perkenalan doang, belum sampai ke cerita intinya. harus nunggu...

dan... erm... yah.... terlepas dari ini adalah anime you-know-what atau bukan, anime ini bagus kok. menarik. cuma orang-orang yang beneran fujo yang melihat banyak hints hints bertebaran lalalala. saya waktu itu sempet lihat adegan yang bikin mereka fangirling abis-abisan. tapi pas tadi diliat lagi.... krik. nggak papa tuh. emang kenapa? .__.

nggak usah fokus sama tokohnya! perhatiin aja jalan ceritanya. gimana mereka berdua menyelesaikan dan membuka misteri kota sempurna itu. oke? oke? *meyakinkan diri sendiri*

oh ya, dan ada satu lagi yang menarik perhatian saya.



KYAAAAAHHHHH!!
kyeoptaaaaaa. unyu gak sih? unyu kan? unnnyyunyuuu inyiminyi :3
nih, aku kenalin satu satu yaa. yang paling kiri, yang cokelat itu, namanya Cravet. yang di tengah, dia Hamlet --suka banget cicipin makanan yang dibuat sama Shion. nah, yang paling ujung, dia Moonlit. tugasnya biasanya ngirim pesan ke ibunya Shion kalo ada apa-apa. dan oh ya, ada satu lagi, tikus tanpa nama yang ada di saku bajunya Nezumi.

kalo punggungnya di klik....

matanya jadi merah. terus....

JADI PROYEKTOR!! KYAAAHHHHH KAWAAIIIII

jadi sinar proyektor itu keluar gitu dari matanya. lucu gak sih. lucu dong. aku mau punya satu.

nah, jadi, makhluk-makhluk itulah yang selalu menarik perhatian saya selama anime itu diputar. pandangan mata saya nggak bisa terlepas sedikitpun dari makhluk bulat berkaki empat yang merayap cepat... yang matanya bulat sangat innocent.... yang suaranya sangat asdjfhasdjkfah imuttt.....

.....

dor. nggaklah :p jalan ceritanya juga menarik kok. Cravet dkk cuma jadi moodbuster sesaat ; yang bikin saya gegulingan fangirling an nggak jelas kalo udah ada scene tentang mereka. lol.

recommended nih. keburu episodenya banyak nanti males juga nontonnya sama kayak saya :p

[Movie Review] 3 Idiots






ha.
iya, saya telat banget baru lihat sekarang. ini film bollywood pertama yang ditonton... seumur umur? I didnt watch My Name Is Khan, even when it aired on SCTV. lol. dunno. just not interested with it.

film ini... aneh. lucu, tapi aneh. bikin orang melongo dan ngerasa aneh sendiri ngeliat kelakuan-kelakuan aneh mereka. bercerita tentang tiga mahasiswa yang dipertemukan sebagai teman sekamar.  Raju, Farhan, Rancho. Raju dan Farhan ini bisa dibilang paling polos -mereka ngikutin aja tingkah aneh temennya yang satu lagi. tapi Rancho juga pinter--ralat, bukan pinter. cerdas. banyak akal. cara berpikirnya beda dari yang lain, tapi nggak sombong.

pengen ya punya temen kayak Rancho.. menunjukkan mana yang benar dan salah tapi bukan dengan cara yang biasa. terus terang dengan apa yang ada di otaknya, tapi nggak nyakitin orang. ya.... kalau ada yang marah gara-gara dia itu mah orangnya aja sensian. simple. apa adanya. friendly pula...

film ini bisa sukses bikin saya sedih dan seneng di saat yang bersamaan. keluar air mata tapi cecengiran sendiri. emang aneh dasar orang-orang itu. apalagi Raju --entah emang rada-rada atau gimana, tapi polosnyaa minta ampun. tapi karena polos itu, dia jujur. lucu :">

yak, selanjutnya nggak saya ceritakan. nanti spoiler.. halah bilang aja lupa

"Jangan mengerjar kesuksesan. Kejarlah yang terbaik, maka kesuksesan itu akan datang dengan sendirinya."

kalo aja adegan nari-nari itu ditiadakan... tapi -somehow, lucu sih. humornya kerasa. cuma ada beberapa bagian dimana humornya itu terlalu diniatkan untuk ditampilkan, jadinya malah terkesan... maksa? : |

nggak butuh adegan seribet itu kok buat bikin orang ketawa.. cuma ekspresi muka atau celetukan aneh beberapa detik juga bisa bikin saya gegulingan nggak jelas. lol. 

ada banyak hal random yang bisa dilakukan buat bikin orang bisa ketawa. contoh ; syl. atau ayas. atau yang paling expert ; a reka. lol. mereka semua itu orang-orang paling random yang pernah saya tahu. yang suka nyeletuk aneh, melakukan hal aneh, kepikiran hal-hal random yang aneh... kecil, emang. sederhana. cuma lucu. nggak butuh orang yang suka ketawa haha hihi sana sini buat bikin seseorang ketawa. cukup letakkan satu orang random dan berilah makhluk random itu waktu untuk melakukan sesuatu yang random. cukup random, kan?

ehm. jadi rambling random gini. OOT.

tapi overall, 3 Idiots itu emang keren banget kok. bisa bikin orang yang nggak nangis nonton A Crazy Little Thing Called Love jadi meneteskan air mata beberapa kali. auuuuhh kenapa persahabatan mereka harus sesoswit itu dan kenapa Raju harus sepolos itu sih..... ;____;;

sarat makna. inti-inti dan pelajaran di film ini diselipkan dalam adegan yang menggelitik ; nggak membosankan. jadi gampang diingat.

yah, emang telat sih, tapi RECOMMENDED. *sebar cendol*




Thursday, August 25, 2011

Lilin, Lampion, Api yang Kelewat Besar, dan Tanda Tanya.


ah, akhirnya. ada mood juga buat nulis. dari kemaren mau ngepost tapi kelewat mulu........

kali ini pengen cerita tentang ; JITU DKM Ar-Rahmah ; Selasa, 23 Agustus 2011

kenapa JITU? saya juga nggak tahu. kelas XII nyebutnya gitu :p

---

Kami -kelas X--makan dengan lebih cepat waktu itu. Dituntut untuk keluar ruangan dan berkumpul sementara yang lain masih sibuk makan dan mengobrol di dalam. XII IPA 6. Beberapa bahkan merelakan diri untuk menahan rasa lapar dan memilih untuk menyiapkan segala macam yang harus disiapkan.

Tap.

Pats.

Lampu lapangan dimatikan. Gelap. Pria berbaju kuning itu berkeliling ke setiap ruangan di lantai bawah dan mematikan setiap sumber cahaya yang menyala. Satu persatu cahaya mulai meredup, hingga akhirnya tersisa satu ruangan yang masih ramai dan terang benderang. Satu ruangan dimana semua orang berkumpul di sana.

Dua sosok datang dengan terburu-buru dari arah mushola. Di tangan salah satunya tergenggam sebuah buku tulis hijau. Menghela napas, mereka berjalan mendekati kami -mengangguk tanda siap.

14 orang berbaris di tengah lapangan, mendengarkan instruksi dari satu orang di depan mereka. Dalam gelap, memfokuskan arah pandang dan menajamkan indra pendengaran ke satu titik. 14 pasang mata itu memperhatikan dengan seksama -berusaha mengerti dan berharap tidak membuat kesalahan untuk beberapa menit ke depan. 

"Gitu, pada ngerti?"

Kepala-kepala itu mengangguk perlahan.

"Mae, do'a dulu."

Dan suasana hening. Masing-masing menundukkan kepala. Memfokuskan pikiran. Kami telah menyiapkan yang terbaik sebisa kami. Tinggal Yang Di Atas lah yang menentukan beberapa menit ke depan.

Kedua kaki itu berlari kecil menuju pintu kelas yang masih menyala. Memberi isyarat pada yang berjaga di depannya bahwa semua telah siap. Sang penjaga mengangguk mengerti -kemudian berbalik badan. Perlahan membuka pintu di hadapannya dan memadamkan lampu -satu-satunya sumber penerangan yang masih menyala di jajarannya.

"Assalamualaikum Wr. Wb. A, Teh, dipersilahkan untuk keluar ke lapangan. Terimakasih."

Bismillah.

Belasan -mungkin puluhan sosok perlahan keluar dari ruangan itu. Berdiri menghadap 11 orang yang telah berdiri di tengah lapangan -dengan dua lilin yang tergenggam di masing-masing tangan mereka. 

Hening.

"Assalamualaikum Wr. Wb."

Kak, 
Kami, berdiri di sini.
Berjejer, berdampingan.
Membawa sebuah harapan baru, bagaikan lilin putih ini.

Tapi, tahukah kalian?
Lilin tak akan bisa menyala tanpa api.

Pats.

Api menyala dari ujung sebelah kanan. Perlahan merembet ke setiap batang lilin yang dibawa oleh kesebelas orang yang berdiri berjejer itu. 

Karena api, lilin memiliki fungsi. Memiliki sebuah arti.
Tanpa api, lilin hanyalah sebuah batang putih tanpa kehidupan.
Begitu juga harapan yang tumbuh dalam diri kami.
Hanya akan menjadi harapan kosong.
Kami butuh, lilin ini butuh, seseorang, sebagai api untuk menyalakan, menghidupkan, dan membimbing kami.

22 batang itu mulai memancarkan cahayanya. Menyala. Terang. Di tengah gelapnya malam.

Lambat laun, satu persatu, lilin itu akan semakin bersinar.
Seiring dengan berjalannya waktu.

Lilin itu kami.
Para generasi baru yang berdiri tegak, siap menerangi dengan cahaya.
Membimbing smansa, menjaganya di jalan keislaman.

Namun, lilin tak akan selamanya hidup, Kak.
Angin-angin itu siap bertiup kapan saja, meredupkan -bahkan mematikan pancaran cahaya itu.

Sebelas sosok itu serentak berbalik badan. Meletakkan sumber penerangan yang mereka bawa ke dalam sebuah tabung yang tebuat dari kertas minyak yang telah terlebih dahulu disiapkan.

Tapi ada lampion.
Tempat dimana lilin-lilin itu dapat berlindung.
Melindungi api-api itu agar tetap menyala.

Cantik bukan, kak?

Dan coba lihat.
Lilin dan lampion saling melengkapi.
Lampion memancarkan keindahan dan memberi kekuatan bagi lilin-lilin kecil di dalamnya.

ZRASH.

Api tiba-tiba bergejolak dari ujung kiri. Lelehan lilin yang cepat membeku itu rupanya tidak cukup kuat untuk menahan batang yang diletakkan di atasnya. Batang itu tumbang -jatuh. Puncak kepalanya dengan segera menyambar lampion yang terbuat dari kertas minyak di sekitarnya. Dalam waktu beberapa detik, tabung itu telah lenyap. Api berkobar semakin besar -melalap dan juga menyambar lampion di sebelahnya.

Riuh mulai terdengar dari kumpulan orang di depan kami.

Nggak, nggak berani lihat.

Gagalkah? 

Lampion itu adalah kalian.
Keluarga besar DKM Ar-Rahmah.
Saling melengkapi, berbagi, dan melindungi.

Kobaran api telah lenyap. Hening, lagi.

Kelak, kami akan menjadi penerus DKM Ar-Rahmah ke depannya.
Sebagai lilin yang menerangi DKM Ar-Rahmah dan keluarga besar sekolah yang kita cintai.

Kak, kami melakukan ini semua, karena kami, kalian, kita semua, cinta DKM.

ALLAHU AKBAR!

Riuh terdengar. Tepukan tangan dan seruan takbir itu menyingkirkan keheningan yang sedari tadi menemani atmosfer kami. 

Ah, sudah berakhir, ya?

Nggak berani menatap berpasang-pasang mata yang berkumpul di hadapan kami. Bahagiakah mereka? Atau kecewa? 

Sampai sekarang masih nggak bisa menyimpulkan. Berhasilkah kami?

Ya, tapi hal itu memang di luar rencana. Nggak bisa menyalahkan siapapun -dan memang nggak ada yang bisa disalahkan. Kalian hebat, teman. Makasih ya udah mau meluangkan waktu buat bantu bikin lampion. Makasih atas usahanya untuk melancarkan acara ini. 

Hontou ni, arigatou. Jeongmal gamsahamnida, chingudeul :)



--ditulis dengan dipengaruhi kerinduan yang mendalam pada dunia perfanfic an. haha. jadi kayak cerita gini postnya. aaaah. aku kangen gaya nulis kayak gini. pengen nulis lagi. pengen bisa bikin cerita lagiii. 

Monday, August 22, 2011

Di Luar Ekspektasi + photos


banyak yang terjadi hari ini. ... banyakkah? entah. tapi semuanya terasa aneh.

satu kejadian bodoh hari ini. tadi saya pulang duluan di sanlat, izin mau les. sampai rumah jam 3 sore, udah langsung yang namanya mandi-nyetrika-nyiapin tas-sholat-berangkat. jelas di angkot ngantuk banget ; dan earphone lagi bermasalah seperti biasa. twitter nggak ada orang. terkantuk kantuk lah.

terus ada sms masuk. inget banget itu dari si ayas. setengah sadar bales smsnya cuma pake emote ':p'. and the stupid thing was, hape nggak dimasukin lagi ke tas. digenggam gitu aja. coba mikir dikit, itu hape kalo ada orang jahat udah gampang banget diambil. tapi bukan itu masalahnya. dengan posisi tangan kanan genggam hape, terus ngantuk lagi. otomatis genggamannya melonggar dan....

prak.

positifnya, hal itu membuat saya 100% segar kembali dan nggak jadi ngantuk sama sekali.

...tapi hapenya jadi nggak mau nyala...........

;____;;

sampe LIA, yah, diomelin mama fia karena nggak bales sms. hapeku fia hapekuuu udah sekarat itu. belajar seperti biasa dengan si mister yang berbicara ala Mario Teguh. as usual. nothing special. yah, paling, laper .

the special thing was, hari ini ada bubar X-5. lumayan banyak yang confirm mau dateng, dan ternyata Aji ngundang POSKO juga. PJ beberapa yang mempertimbangkan mau dateng. ya, kebayangnya sih, bakalan rame nggak karuan. makanya pengen cepet-cepet dateng ; ngesot ke Saung Hejo yang deket banget sama LIA.

tapi sms Ayas malah bertolak belakang sama hal itu.

"Sumpah, kurang garing ini teh."
yak, satu lagi pelajaran. nggak usah mikir dan menerawang terlalu jauh. dikira semua yang kamu pikirin bakalan kejadian?

pesimis udah mulai muncul.........ets. tapi nggak boleh. saya sama Fia langsung buru-buru ke sana.

yaa.. kenyataannya, sebenernya nggak begitu kriuk banget sih. si Aul udah mulai ngelawak ; dan itu emang mencairkan suasana. entah anak X-5 nya yang pada takut mau interaksi sama kakak kelas atau emang nggak ada yang mau mulai duluan...

tapi atmosfer langsung berubah drastis pas udah mulai main Jujur Berani. permainan klasik emang, tapi seruuuu. berhubung masih ada yang belum selesai makan, sambil nungguin. ahem, saya makan sayur asem yang dicampur satu sendok penuh sambel ; racikan a Lukman -_- dan ada satu gelas air teh yang campurannya pake sayur asem, tomat, sambel, sawi, ayam, ikan asin, tahu...... disediakan untuk penantang berani selanjutnya. LOL. nggak ada yang mau akhirnya :p hyaaaa, seru lah intinya. udah bisa ketawa bareng, nggak canggung kayak pas katanya pertama kali dateng. YAY \:D/

dan pertemuan diakhiri dengan cerita cerita serem tentang smansa dari para senior. ya, emang nekat, udah tau orangnya suka takutan, meuni hape lagi nggak nyala, tapi masih aja dengerin -_- waktu dimulai cerita, backsound (?) lagu udah mulai berhenti. langsung mencekam gitu suasananya. nggak, saya nggak ngerasain angin dingin atau apapun di tengkuk kok. cuma ya.. langsung jadi pada serius semua. ngerumpul gitu.

dan memang seram, sodara. nggak mau inget lagi.......


ya..... tapi sebenernya nggak boleh sih. for me. dijemput nggak, naik motor nggak, rumah jauh... jam 8 an baru bubaran. satu jam perjalanan dan ditambah macet dan ngetem di mana mana. dan, hey, ini bulan Ramadhan. belum tarawih, sholat isya, tadarus...

kamu, lain kali tahu sikon ya :) kalau udah tahu tempatnya jauh, jangan nekat. banyak hal yang harus dilakukan di rumah, kan? akan menjadi bubar terakhir yang sampai rumah jam 9 lewat.

tapi alhamdulillah sih, sampai rumah masih bisa langsung taraweh, isya, tadarus, dan kerjain PR sejarah ; walaupun pikiran penuh dengan cerita-cerita serem yang tadi diceritain OTL udah mah lantai bawah pada tidur semua, yang ngaji di atas.....

makasih buat adul aji aul agung fia mia ayas khaerani vira sandy teh damar a icat a ghifari a lukman :)

P. S : foto nyusul. masih ada di kamera Mia.. apa Sandy?

[edit]

fotonya di Sandy! dan dia dengan baik hatinya menguploadnya di facebook ahaha. here we go ;






saya nya mana? ha ha. sedih ya? oke ditunjukin ;



LOL. sedih ya. tapi setelah itu yang fotonya pindah posisi. jadi keliatan YAY




ahem. lagi makan sih itu sebenernya. nggak enak juga posisinya.

kayaknya si Mia foto-foto banyak banget. mestinya masih ada lagi kayanya, pas lagi main juber, cuma nggak di upload :| nanti minta via flashdisk aja kali ya.....

Not a Tutorial


berhubung tugas sketsa udah dikumpulin, jadi saya mau posting tentang gambar asli full nya dan tahap pembuatannya :D nggak, bukan tutorial kok. hanya step step gimana saya ngebuat gambar itu. ya, abal emang. lalieur pula. baru pertama kali ini bikin ginian. gambar bagus aja nggak kan yaaa~

SKETCH


pertama konsepnya digambar di kertas dulu. dan lihat seberapa berantakannya goresan goresan itu asdfhlaksdjf lagi artblock, jangan harap bisa gambar bagus di kertas. butek pula. 

LINEART


gambar sketch di kertas di scan, buka di SAI, terus di... trace? ditebelin dan dibenerin. ya, emang ada beberapa bagian yang beda. ekspresinya aja ada yang beda. menghabiskan waktu paling lama di proses coloring ini ; sekitar 3 jam sendiri.

COLORED ; 1


 warna rambut disesuaikan dengan warna simbol angkatan. kenapa Benteng Batunya pake sweater? pengen aja lol. 

COLORED ; 2



warnain simbol. jujur, bagian ini yang paling menentukan. gambar ini langsung kerasa sangat 'aneh' saat diberi warna cokelat tanah dan hijau tentara. saya ; yang notabene selalu gambar pake warna-warna soft pastel ; hijau muda, ungu, pink, biru muda, cokelat susu--langsung ngerasa kalau gambar ini asa 'butek' banget. entah teknik coloring yang mana yang salah. faktor terlalu lama hiatus dari digital coloring kaya gini mungkin? sense memilih warnanya jadi nggak ada sama sekali. sedih....


COLORED ; 3

 ganti warna sweater. cokelat kemerahan terlalu 'sama' dengan rambut dan simbolnya. hijau udah jadi simbol Meriam Baja. ungu pink kayaknya nggak mungkin deh ya lagian. jadi biru~


COLORED ; 4 - DAY 2




hampir semuanya dirombak total. aneh banget liat yang kemaren OTL. warna rambut BB diganti jadi lebih cokelat kemerahan, dan rambut RE jadi cokelat agak muda ; soalnya kalo diliat-liat aneh banget ya pake baju SMA Negeri tapi rambutnya kuning ngejreng gitu. shading baju diperjelas (walau kayaknya nggak ada perubahan signifikan) warna kulit dan shading dirubah dan lebih ditebalkan, dan merapikan segala macem brush yang keluar garis.



di save .JPG dan diatur brightness, contrast, sama midtone nya di Microsoft Picture Manager. jadi lebih dipertajam warnanya. dan... jadilah \:D/


Benteng Batu, Meriam Baja and Rantai Emas Gijinkas
for SKETSA's assignment
Paint Tool SAI, Photoshop CS3, Princeton Tablet Pen, Handphone's playlist, Love #ea
5 - 7 hours
gijinkas (c) isoscelestriangle



ceritanya, ceritanya loh ya, itu gijinkanya Benteng Batu, Meriam Baja sama Rantai Emas. apa itu gijinka? silahkan tanya mbah gugel. mohon maaf kalo ada yang kurang berkenan. murni imajinasi semata kok. atau kalo nggak anggap aja mereka orang lain yang berpose di depan sebuah benteng yang dirantai dengan meriam. lol. 

open image in new tab for full picture

Saturday, August 20, 2011



pesimis. lagi.
kebiasaan buruk dan kekurangan paling fatal yang belum bisa disingkirkan sampai sekarang.
karena setiap mau belajar untuk menghilangkannya, dia akan datang lagi dan mendorong sampai titik terbawah yang ia bisa.
.
.
.
che. cemen. gitu aja takut LOL ayoooo udah abaikan. jangan peduli! jalanin aja. gausah liat terlalu jauh ke depan dan STOP segala kebiasaan buat memperkirakan terlalu tinggi segala kemungkinan. hidup udah diatur, dear. tinggal gimana ngejalaninnya. pake senyum? cemberut? marah-marah? muka datar?

yea. I prefer to 'poker face'   

: |

...dari semua yang muncul dari setiap kumpul, diskusi, rapat, apa yang dilihat dan apa yang didengar minggu ini.

Wednesday, August 17, 2011

SKETSA!



chrome tab ; facebook, twitter, blogwalking, tinypic.
#np ; (masih)Mr. Simple.
gatel. muk, kalo ngefans cukup minta tanda tangan sama foto aja, nggak usah gigit gigit juga.

... baru melihat update blog orang-orang. dan merasa sangat 'kekanak-kanakan' 'nggak dewasa' dan 'seenak jidat'. ya, ya, cara penyampaian sebenernya terserah orangnya. this is my diary, anyway. tapi.......

oke. pikiran nggak penting hari ini.

my sketsa's assignment is done! YAY.


WIP ; Work In Project. Minggu, 14 Agustus 2011. begadang sampai jam 2 malem buat nyelesein coloring. yah, tapi apa daya. udah lama banget nggak nyentuh digital coloring. warnanya jadi sangat aneh ; aneh banget entah kenapa. ngeliatnya lain. something wrong. and I must fix this before the deadline come.

dan kemudian dua hari tanpa perkembangan karena PC yang sangat manja. nggak mau nyala monitornya. dan belum ada softcopy di flashdisk ; ya, ya, emang salah saya. dasar ceroboh. great.


WIP ; Work In Project. Rabu, 17 Agustus 2011. bener-bener ngerombak hampir 80% warna yang udah ada dari tiga hari kemarin. diiringi shuffle lagu dari playlist HP. alhamdulillah, done :) butuh kira-kira 4 jam buat nge fix in bagusnya pake warna apa. gak berbakat sih emang lol.

hasilnya di post nanti, kalau udah dikumpulin~

aaaaah. bahasanya lagi nggak enak. kenapa ya, padahal malem ini baik-baik aja. oh ya, tadi ada bubar SKETSA \:D/

awalnya telat. dan dikerjain sama Syl dan teh Chacha asdfasdfasdf itu malu banget bangetan. semoga orang 'itu' nggak inget saya. semoga......

dan ternyata, saya, Syl, dan Agni adalah kelas X sendiri. dor. tapi tadi yang dateng lumayan banyak, dan kayaknya seru-seru semua. tinggal tunggu waktu untuk bisa bener-bener kenal satu sama lain. agak canggung sih, emang. bukan agak ding. canggung banget -_- jadi mainnya sama Syl aja. ya tapi gapapa, pertemuan pertama sama mereka semua.

salam kenal, senpaitachi! yoroshiku ne.. mohon bantuannya untuk setahun ke depan! *sungkem*




update nggak penting tapi mendesak


HAAAAI. demi, baru juga semi sibuk kayak gini blognya udah terlantar aja. padahal niatnya mau posting tiap hari hahaha oke itu kayanya nggak mungkin. tapi, at least, tulis lah yang berkesan hari itu biar nggak jadi kenangan doang. diabadikan lah #ea

minggu ini.... TAKBIR. PODS untuk sementara di postpone --iya, postpone, kalo waktunya udah dateng ya pasti mulai lagi. semangaaatttttt. kelas X ada tugas buat bikin kulpantus tapi, jadi sama aja dateng pagi juga.. udah lumayan kenal muka-muka mereka. beberapa. yang seangkatan sih :p dan tahu sifat-sifat beberapa orang. dasar stalker. tapi masih butuh banget kenalan dan beradaptasi. semangat lagiii.

dan akhirnya menemukan teman yang bener-bener 11 12. Fia, pokoknya kamu belahan jiwaku #apeu

mau ngetik banyak lagi cuma tugas sketsa menunggu. dan komputer yang sangat moody itu jadhfkjhfakldf

bye~

Saturday, August 13, 2011

pesan singkat buat dua orang tersayang


HAI!

hari ini minggu. means ; libur. YAY.

yaa.. banyak yang terjadi seminggu ini. minggu pertama PODS. pertama kalinya ngerjain essay di LIA, lol. nggak tau mau ngomong apa, lagi males ngomong banyak-banyak. pokoknya minggu ini itu pengalaman baru --siapa sih yang pernah dikasih tugas harian + essay kayak gitu pas SMP. but we can do it :D see, nggak harus ngeluh kan. emang banyak, tapi kalo dikerjain juga nanti kebiasa sendiri.



buat Sylvia Putri Febriani ; hai, teman. aku seneng banget kamu bisa nemuin kesibukan baru di SMA :) masa-masa awal sekolah nggak akan sesuram pas kelas 7 lagi --kamu kan selalu jadi madesu kalo aku udah ngomongin tentang 7D :p see, nggak banyak orang yang bisa gambar sedewa kamu dan berbahasa inggris sejago kamu tanpa ambil kursus. ya ya, berterimakasihlah pada segala fic BL dan anime yang kamu tonton.

ciyeee yang diincer. selamat bersibuk ria! aku tahu kok runtinitas kamu selama SMP kalo lagi nganggur. nggak jauh jauh dari laptop, NDS, meja makan dan kasur kan? *digebuk*

tapi pokoknya kamu gaboleh lupa cerita-cerita ke aku ya. jangan mentang-mentang udah nemuin teman sesama fujoshi jadi lupa -_-

buat Lutfiani Rismi Yunitasari ; my new mom at smansa! orang aneh yang suka laporan hal-hal nggak penting dan bikin orang penasaran setengah mati. udah tau ya, pokoknya kalo Fia mancing-mancing lagi aku nggak bakal peduli. bikin orang penasaran tapi nggak mau ngasih tau. aku nggak mau penasaran lagi pokoknya, kacangin aja Fia kalo udah mulai panggil 'mae mae mae' pake senyum-senyum misterius :p

ah ya, buat masalahmu, maaf banget aku nggak bisa bantu banyak. udah cerita sama teh Ndu kan? kayaknya sekarang tinggal keputusan kamu aja. aku nggak akan ngungkit-ngungkit lagi. orang dewasa udah pasti bisa ngambil keputusan sendiri. apalagi seorang mama (?). pokoknya aku dukung semua keputusan kamu. semangat, ma! jangan nangis lagi ya :')



kenapa nggak ngomong langsung sama mereka? ya karena sekarang minggu. nggak bisa ketemu. ahahaha. hari ini (rencananya) mau nyelesein sketch kasar buat tugas sketsa. susah banget, udah lama nggak gambar. orz. wish me luck....

Thursday, August 11, 2011





"that feeling when people says you're smart, but you know you don't."

Wednesday, August 10, 2011

Belahan Jiwa


EEEEAAAAAA judulnya. hahaha. mau ngebahas tentang? itu lagi? nggak lah, males amat. :p

ini lho ;


masih belum jelas? oke ditambah ;





#brbkyaaaakyaaaaaaa .//////.

See?

Twins.

akhir-akhir ini lagi dipengaruhi oleh orang-orang itu. kembar di lingkungan sekolah baru jauh lebih banyak daripada di lingkungan lama! sudah menemukan satu dari setiap angkatan ; cuma belum pernah dan belum hafal muka kembar dari angkatan Rantai Emas. dan semuanya identik. pfffffft. kurang lucu apa sih xD I mean --seeing 2 people with same face and height standing together. or find one here, then meet the other one on the other side of smansa. is it cute? :">

apalagi kalo ngeliat mereka berdiri sebelah-sebelahan --keliatan banget miripnya. luuccuuuuu!! ini apa ya dibilangnya. fetish? lol. bukan apa-apa, cuma seneng aja ngeliat orang-orang mirip itu. nggak semua orang bisa temenan sama orang kembar. karena mereka....langka? they have something we don't have. and will never have. 

I wonder how it feels to be like them. having someone with really similar face ; something that I only can see on the mirror. orang-orang bilang kembar itu juga punya ikatan batin. dan saya penasaran banget gimana rasanya punya hal kayak gitu. 

dan --oh, pasti asik banget kalo punya kembaran. yah, on my opinion :p punya temen yang bener-bener seumuran di rumah. bisa cerita panjang lebar, saling curhat, dan pasti saling ngerti. well, sebenernya ini agak sotau juga soalnya saya nggak tahu bener apa nggak lol.

Pengen nanya hal itu ke setiap kembaran yang saya kenal. Pertanyaan yang mungkin udah mereka dapatkan dan jawab berjuta-juta kali. 'Gimana sih rasanya punya kembaran?'. simple, dan umum. tapi saya pengen banget tahu dan mendapatkan jawabannya langsung dari si kembarnya, bukan dari baca atau mbah gugel.

tapi masalahnya saya nggak kenal satupun kembar itu x _ x" kakak kelas dua duanya. orz. yang seangkatan juga belum pernah lihat. ah, padahal pengen banget tanya-tanya. apalagi ke yang kelas 12 nya, itu mirip banget nggak ketulungan susah banget dibedain ajajajajaja lucuuu. oke, pasti ada bedanya, tapi jujur sampe sekarang saya belum nemu :p

peace, a. 8Dv

oh, atau mungkin ada pasangan belahan jiwa lain yang saya belum tahu? semoga. lebih banyak lebih baik. lol.

tugas-tugas essay masih berjalan. tapi sudah mulai bisa ngambil setiap waktu yang ada buat ngerjain. dalil naqli tentang disiplin belum ketemu........ ah, ID nya udah ada. bentuknya roti tawar unyu kecil gitu :3 nanti di post selanjutnya difoto. yay, my first ID!

besok ulangan matematika. orz. sama bu Jasmi yang katanya kalo ngawas kayak kipas angin =)) (ya, saya tahu itu random banget tapi beneran ada yang bilang gitu hahaha ada ada aja)

wish me luck!


Tuesday, August 9, 2011


.....
suddenly miss that moment. with them. with I and all of you as a family. ah, and I miss you too :p we acted like we never know each other before. why? don't ask me. I just follow what you do.


tomorrow ; 3rd day of PODS. will make an ID!! wish me luck~

Monday, August 8, 2011

and it started. bismillah.



"Saat dimana kamu sedang mengerjakan tugas dan tertidur, lalu bangun dengan tidak tenang sama sekali dan panik begitu menyadari kalo tugas kamu masih juga belum selesai."


-___________--

Geez. kalau tidur dengan nggak sengaja kayak gitu, kenikmatan tidur tuh nggak bisa ditangkep rasanya. pikiran keburu langsung kefokus sama tugas-tugas yang belum selesai itu.

lah, terus kenapa ujungnya nge post gini?

nggaaaak. saya nggak akan se nekat itu ngeblog sementara tugas masih belum selesai :p akhirnya, setelah bangun dengan sangat tidak tenang (langsung melek sepenuhnya + ngelirik horror ke jam) dan langsung ngebut ngerjain essay, selesai juga. tapi ada untungnya juga sih. kaget dan panik karena ketiduran membuat saya langsung bangun sepenuhnya dan melanjutkan tugas dengan kecepatan 2 kali lipat dari pas malem. lol.  dengan sugesti kalo waktunya udah tinggal dikit banget (padahal masih berapa jam) bisa kok tugasnya selesai.

bedanya sekarang dengan pas MOPDB dulu, waktu saya untuk mengerjakan tugas pas malam baru dimulai sekitar jam 10 an. yang biasanya jam 7 malem udah tenteng-tenteng buku / folio bergaris + pulpen, sekarang jam 7 masih tarawih. belum tadarusnya. ets, saya nggak menyalahkan dua ibadah itu kok. hanya sekarang saya harus bener-bener bisa memanfaatkan waktu gimana caranya biar semua tugas nggak numpuk pas malem.

tadi udah dicoba ngerjain essay pas LIA :p lumayan, dapet 2 halaman. masih belum profesional sih. siapatau nanti bisa nyelesein sampe 2 essay sekaligus gitu. jadi nyampe rumah tinggal tugas harian. hmmmm. perlu dipertimbangkan. daripada langsung pulang ke rumah buat ngerjain dan nggak LIA?

yah, jadi mau gamau harus ada waktu main dan istirahat yang dikorbankan. hayo, mae, nggak boleh ngeluh. ini udah jadi konsekuensi --kamu yang mulai, kamu yang jalani, kamu yang akhiri. nggak ada kata-kata nyerah di tengah. emang, mulainya pasti susah, tapi nanti kebiasa kok kalo udah beberapa hari. 

hm, ada waktu 1 jam buat istirahat sebelum berangkat sekolah. abis nyampul buku, istirahat bentar deh. wish me luck for today! ciao!